Kamis, 18 Agustus 2011

Ramadhan dan Pembangunan Karakter - Ust. Ahmad Yani M.A.

PksCiomas - Islamedia - Ramadhan adalah madrasah pembangunan karakter. Selama satu bulan jiwa dan raga Muslim dibina dan ditempa dalam momen pembinaan Ilahi ini.Berbagai ibadah Ramadhan menjadi sarana pembinaan menuju pribadi Muslim mulia. Sejatinya, berpuasa tidak hanya untuk menahan lapar dan dahaga, namun menahan dari segala sesuatu yang dilarang Allah SWT. Perbuatan yang mubah dilakukan di luar Ramadhan seperti makan, minum dan hubungan intim suami isteri menjadi berbeda hukumnya ketika siang Ramadhan, bagaimana dengan perbuatan yang memang pada dasarnya tidak boleh dilakukan? Rasulullah Saw. pernah memberikan gambaran tentang hakikat puasa dalam sabdanya:
 من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
Artinya: “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah SWT. tidak berkepentingan ketika ia meninggalkan makan dan minumnya”. (HR. Bukhari).

Begitulah Rasul Saw. menetapkan standar penilaian puasa; mengaitkan puasa makan dan minum dengan perbuatan dan perilaku. Puasa yang baik mampu memberikan pengaruh positif terhadap prilaku dan moralitas seseorang. Puasa yang baik ketika seseorang mampu merealisasikan spirit puasa dalam perkataan dan perbuatannya, dan begitu pula sebaliknnya.

Tidak sedikit orang yang berpuasa namun belum bisa merealisasikan hakikat puasa yang sebenarnya. Sehingga puasa dan ibadah Ramadhan tidak memberikan pengaruh positif secara maksimal terhadap prilaku dan moralitasnya. Dalam hal ini Rasulullah Saw. mewanti-wanti ibadah Ramadhan yang tidak bisa memberikan pengaruh positif terhadap pelakunya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ .أخرجه ابن ماجه
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rasulullah Saw. bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan dahaga, dan berapa banyak orang yang melakukan qiyamullail namun hanya menahan tidurnya”. (HR. Ibnu Majah).

Pembinaan Ramadhan
Secara umum pengaruh positif Ramadhan berupa dua hal; pertama, kokohnya kontrol internal dalam diri Muslim. Kedua, pembiasaan.

Kontrol internal individu atau bisa disebut sebagai keimanan dan ketakwaan adalah modal dasar bagi proses pembangunan karakter. Kontrol internal ini bisa melahirkan kekuatan jiwa yang bersifat ekspansif dan defensif sekaligus. Kekuatan ekspansif mendorongnya untuk melakukan dan menebar kebaikan seluas-luasnya. Dan kekuatan defensif mencegah dirinya dari perbuatan buruk yang merugikan.

Kontrol internal dari dalam jiwa memiliki peran yang menentukan eksistensi kesalehan dirinya. Dengan kontrol ini seorang Muslim diharapkan mampu eksis dalam kebaikan dan kebenaran. Kontrol internal ini utama. Adapun kontrol eksternal yang datang dari luar berperan sebagai pendukung. Kontrol internal selama berlandaskan kepada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. bersifat langgeng, kapan dan di mana saja. Namun tidak demikian kontrol eksternal, karena ia tidak luput dari kelengahan dan kekeliruan. Kontrol eksternal bisa dalam bentuk kontrol sosial, hukum dan seterusnya. Seorang pencuri mungkin takut mencuri ketika ada polisi, namun polisi tidak selalu ada di mana-mana. Berbeda dengan kontrol internal individu, ia ada kapan dan di mana saja individu tersebut.

Selama Ramadhan seorang Muslim dididik agar menjadi pribadi yang bertakwa. Puasa, sholat wajib dan nawafil, tilawah, sedekah dan sebagainya, semuanya mengarah kepada tujuan la’allakum tattaquun. Takut kepada Allah SWT.

Puasa mengajarkan seseorang untuk menahan makan dan minum serta segala yang membatalkan berdasarkan takwa atau takut kepada Allah SWT., yang berfungsi sebagai kontrol individu bagi Muslim. Bisa saja tanpa takwa kepada Allah SWT. seseorang membatalkan puasanya tanpa diketahui orang lain.

Sholat sebagai sarana komunikasi seorang Muslim kepada Sang Rabb, menjadikan keimanan bersemai dalam dirinya. Iman kepada Allah SWT. menjadi modal utama bagi Muslim untuk menumbuhkan kontrol individu dirinya. Sehingga diharapkan sholat yang dilakukan mampu mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar. Allah SWT. berfirman:  “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Ankabuut: 45).

Puasa dan sedekah bisa melahirkan karakter sosial yang positif; melahirkan rasa kepedulian terhadap sesama. Rasa lapar dan dahaga bisa membuat seorang mukmin terdorong meringankan penderitaan sebagian masyarakatnya. Sedekah juga menepis sifat kikir dan pelit serta melatih seseorang untuk peduli dan mengasihi sesama.  Allah SWT.  berfirman: “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (QS At-Taubah 103).

Selanjutnya, selama satu bulan seorang Muslim dilatih untuk menjadi pribadi yang bertakwa. Latihan dan pembiasaan ini diharapkan berdampak mewarnai perilaku dan kondisi Muslim pada waktu-waktu selain Ramadhan. Seorang Muslim secara total adalah hamba Allah SWT., tunduk dan patuh kepadaNya baik di dalam maupun di luar Ramadhan. Bukan hambaNya ketika di Ramadhan saja. Dengan pembiasaan dan latihan selama sebulan diharapkan nilai-nilai Ramadhan mampu mewarnai sebelas bulan lainnya.

Saleh Sosial
Pribadi yang memiliki kontrol internal yang kokoh dan terbiasa berbuat kebaikan adalah aset yang sangat berharga bagi masyarakat. Akumulasi individu seperti ini bisa diharapkan membangun karakter sebuah Bangsa, dan sebuah masyarakat ataupun Bangsa tidak lain hanyalah kumpulan dari individu-individu.

Pribadi demikian mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat, tidak menjadi trouble maker, tetapi berpotensi sebagai problem solver.

Baik dalam hubungan sosial masyarakat adalah salah satu capaian yang diharapkan dari berbagai ibadah mahdhah yang disyariatkan. Ia bisa menjadi indikator keberhasilan ibadah mahdhah yang dilakukan. Seorang yang baik dalam ibadah mahdhah akan baik pula secara hubungan sosial, minimal tidak menjadi trouble maker di masyarakatnya. Namun, jika ada orang yang senantiasa melakukan ibadah mahdhah tetapi tidak baik secara hubungan sosial, maka ia perlu meninjau kembali ibadah yang dilakukannya. Sebuah kisah dan penjelasan Rasulullah Saw. mengisyaratkan hal ini:
أن رجلا قال له: يارسول الله، إن فلانة تذكر من كثرة صلاتها وصيامها وصدقتها غير أنها تؤذي جيرانها بلسانها فقال: هي في النار، ثم قال: يارسول الله فلانة تذكر من قلة صلاتها وصيامها وانها تتصدق بالاثوار من الأقط - بالقطع من اللبن- (الجميد) ولا تؤذي جيرانها قال: (هي في الجنة) رواه الامام أحمد
Artinya: “Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah Saw.: Wahai Rasulullah Saw. ada seorang perempuan yang dikenal sering melakukan sholat, puasa dan sedekah, tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lisannya. Maka Rasulullah Saw. bersabda: dia masuk Neraka. Kemudian laki-laki itu berkata: Wahai Rasulullah Saw. ada seorang perempuan dikenal sedikit melakukan sholat, puasa dan bersedekah dengan sedikit susu, tetapi dia tidak menyekiti tetangganya. Rasulullah Saw. bersabda: dia masuk Surga”. (HR. Ahmad).

Problematika sosial dengan berbagai bentuknya seperti krisis moralitas, krisis identitas, kriminalistas dan lain sebagainya, merajalela disebabkan diantaranya karena tidak ada kontrol internal individu dan pembiasaan untuk menghindari perilaku tidak baik.

Pribadi yang memiliki kontrol internal individu yang kokoh dan biasa berbuat baik mampu menebar manfaat bagi sosialnya. Jika sebagai anggota dalam masyarakat, ia menjaga stabilitas sosialnya, menjalin hubungan baik dengan sesama, dan jauh dari sikap menzalimi orang lain. Dan jika sebagai pemimpin, kepemimpinannya akan membawa manfaat dan kebaikan bagi sosialnya.  

Wallahu a’lam.
Read more »

Ramadhan Ceria dan Peresmian Kantor DPC Ciomas

PksCiomas - Bertepatan dengan diperingatinya Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-66 yaitu hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2011, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Ciomas mengadakan dua acara sekaligus di dua tempat yang berbeda, yaitu Ramadhan Ceria diadakan di Rumah Makan Joglo Ciomas dan Peresmian kantor DPC diadakan di Markas Dakwah DPC PKS Ciomas di desa Sukamakmur-Ciomas. Kedua acara tersebut masih merupakan rangkaian acara Ramadhan 1432 H yang dilaksanakan oleh pengurus DPC PKS Ciomas yang dimulai dengan pawai Tarhib Ramadhan dan Ifhtor on the road. 

Ramadhan Ceria adalah acara buka puasa bersama untuk kader dan simpatisan PKS se-Kecamatan Ciomas.  Ramadhan Ceria diisi dengan rangkaian acara tampilan pentas seni anak-anak kader, penayangan profil DPC, Taujih Berbuka dan Buka puasa bersama.  Ramadhan Ceria dihadiri juga oleh tokoh masyarakat, unsur muspika, dan tokoh agama.  Dan tidak ketinggalan dihadiri juga oleh tokoh di internal diantaranya Ketua zona daerah (zonda) IV, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Bogor, dan Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

Pada saat yang bersamaan juga diadakan Peresmian Kantor DPC PKS Ciomas.  Kantor DPC yang dibangun di tanah salah seorang kader yang berukuran 50 m2 tersebut pembangunannya dimulai 2 bulan lalu.  Dana pembangunan kantor tersebut berasal dari kas PKS, sumbangan donatur dan dari kader sendiri.  Acara Peresmian ini sendiri dihadiri oleh hampir semua pengurus DPC PKS Ciomas, tokoh sekitar kantor DPC dan undangan dari Muspika Ciomas serta Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor yang akan meresmikan kantor tersebut.  Acara peresmian tidak memakan waktu lama, acara selesai pada pukul lima sore. 

Pada acara peresmian kantor DPC PKS Ciomas diisi dengan sambutan dari Ketua DPC dan Taujih Ramadhan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, dan diakhiri dengan proses peresmian kantor dengan menggunting pita yang disematkan pada sebuah dinding bambu yang ada bendera PKS.  Tepat beberapa menit sebelum pukul lima acara peresmian kantor DPC pun dilaksanakan.  Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor menggunting pita sebagai tanda diresmikannya kantor DPC PKS Ciomas.

Setelah acara Peresmian kantor DPC PKS Ciomas selesai maka tamu undangan di peresmian tersebut bergabung ke acara Ramadhan Ceria di Rumah Makan Joglo. Kegiatan rangkaian acara Ramadhan Ceria dan Peresmian kantor DPC diakhiri dengan mendengar taujih Ramadhan yang membahas tentang arti Kemerdekaan yang diberikan Allah kepada kita.  Taujih Ramadhan berakhir sampai datangnya waktu azan Magrib.  Di akhir acara panitia memberikan bingkisan kepada tamu undangan dari tokoh dan unsur Muspika Ciomas.  Dan juga memberikan doorprize kepada anak-anak kader yang dapat menjawab beberapa pertanyaan dari panitia.

Read more »

Minggu, 14 Agustus 2011

Ifthor Jama'i Pos Wanita Keadilan Ciomas

PksCiomas - Pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2011, Pos Wanita Keadilan (WK) Ciomas Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Ciomas mengadakan Ifhtor Jama'i di wilayah Desa Padasuka.  Acara yang mengambil lokasi di TK Bintang pimpinan Ustadjah Heni merupakan kegiatan atas kerjasama Pos WK dengan Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Desa Ciapus yang diketuai oleh Ustadj Edi.

Acara Ifhtor Jama'i Pos WK dihadiri oleh Ibu-Ibu Majlis Ta'lim sekitar 50 orang yang berasal dari Majlis Ta'lim di sekitar TK Bintang Desa Padasuka.  Rangkaian Acara terdiri dari Sambutan Pengurus Pos WK, Sambutan Ketua DPRa dan Taujih Menjelang Berbuka oleh Ustadj Tri Reko.

Berikut hasil liputan photo dari Tim Media DPC:

Sambutan Ketua DPRa Padasuka

Ibu-Ibu Majlis Ta'lim

Kader dan Simpatisa PKS DPRa Padasuka

Taujih Sebelum Berbuka Puasa






Read more »

Ifthor Jama'i DPRa Ciapus bersama Jama'ah Mesjid An-Nur

PksCiomas - Ifhtor Jama'i atau Buka Puasa Bersama adalah salah satu kegiatan yang biasa diadakan di dalam bulan suci Ramadhan.  Begitu juga yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Desa Ciapus Kecamatan Ciomas Bogor.  Mereka mengadakan Ifhtor Jama'i pada bulan Ramadhan 1432 H kali ini bersama Jama'ah Mesjid An-Nur yang letaknya berada di lingkungan desa Ciapus. Kegiatan Ifhtor ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 Agustus 2011 di Mesjid An-Nur Ciapus.

Pada pukul lima sore para undangan yang terdiri dari Kader dan Simpatisan PKS desa Ciapus dan Jama'ah Mesjid An-Nur Ciapus sudah terlihat mulai berdatangan.  Seiring dengan berjalannya waktu sudah mulai terlihat banyak undangan yang berdatangan.  Rangkaian acara yang terdiri dari tilawah Al_Qur'an, sambutan, taujih sebelum berbuka, buka puasa dan sholat Magrib berjama'ah, akhirnya dimulai pada jam setengah enam.  Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Cabang PKS Ciomas, Ustadj Dodi yang sekaligus memberikan sambutan dalam acara tersebut.  Taujih menjelang berbuka puasa diberikan oleh Ustadj Arwadi.

Tepat pukul lima lebih lima puluh tujuh menit azan Magrib pun tiba, para undangan dipandu berdoa berbuka puasa bersama Ustadj Arwadi untuk membatalkan puasa.  Setelah memakan hidangan ta'jil para undangan melakukan sholat Magrib berjama'ah dan setelah itu menyantap hidangan makan (nasi kotak) yang telah disediakan oleh panitia. Dan sebelum masuk waktu sholat Isya, para undangan pun meninggalkan lokasi Ifthor Jama'i.

Berikut Galely Photo Ifthor Jama'i Ciapus :

Tilawah Al-Qur'an

Sambutan Ketua DPC Ciomas

Taujih Sebelum Berbuka Puasa

Menyantap Hidangan Berbuka (Nasi Kotak)

Sholat Magrib Berjama'ah










Read more »

Minggu, 07 Agustus 2011

Unit Pemberdayaan Ekonomi "Khairu Ummah"

PksCiomas - "RENTENIR DI LARANG MEMASUKI WILAYAH INI", itulah tulisan di spanduk yang terpampang di beberapa perumahan. Memang, rentenir masih rajin "bergrilya" di pemukiman dan masih cukup diminati oleh sebagian masyarakat.

Mendapatkan pinjaman dengan cepat tanpa proses yang berbelit-belit, merupakan alasan kenapa sebagian masyarakat lari kepada rentenir, tanpa berpikir bahwa itu adalah riba yang jelas-jelas diharamkan, belum lagi dampak jangka panjang bunga yang berlipat-lipat yang akan menjerat mereka.

Pada pertengahan 2009, dibentuklah sebuah "Unit Pemberdayaan Ekonomi Khairu Ummah", untuk menawarkan sebuah solusi dari kondisi di atas. Berawal dari merekrut 6 orang ibu-ibu pedagang. UP Khairu Ummah membantu memecahkan masalah dengan berkah.

UP Khairu Ummah yang beralamatkan di Ciomas Permai A14 no 38 ini, memberikan akses pinjaman produktif kepada pedagang kecil dengan konsep yang Islami.  Pinjaman pokok untuk usaha tanpa ada bagi hasil dengan angsuran sesuai kesepakatan.

Salah seorang di antara nasabah UP Khairu Ummah adalah Ibu Mar, seorang ibu yang suaminya terkena stroke, harus menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan kedua putranya yang duduk di bangku SLTA dan SD.  Beliau adalah salah satu dari 20 orang yang kini menjadi bagian dari UP Khairu Ummah.  Beliau berjualan gado-gado dan gorengan.

Selain pinjaman produktif, anggota juga mendapatkan pembekalan ruhiyah dan pelatihan kewirausahaan.  Bagi anggota yang amanah juga diberikan fasilitas pinjaman pendidikan, beasiswa pendidikan dan bantuan sosial lainnya (sembako, pelayanan kesehatan)

Bagi yang ingin berpartisipasi terhadap program UP Khairu Ummah, baik secara moril maupun materil, dapat menghubungi Ibu Ria (081280119048), Ibu Tuti (0818106472), Ibu Nelis (08121017565).  Sedikit bagi kita namun sangat berarti buat mereka.  Semoga akan banyak Ibu Mar yang lain yang dapat dibantu untuk meningkatkan standar hidup mereka.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui (QS: Al-Baqarah : 61). (Buletin Sakinah Ciomas)
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN

KOLOM